Akses Jaringan Sulit, Guru di Luwu Utara Mengajar di Rumah Siswa

 


LUWU  -- Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap pendidikan yang mengharuskan siswa untuk belajar secara online atau daring di rumah masing-masing.


Namun tidak halnya dengan siswa yang ada di daerah terpencil Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Belajar secara daring hanya jadi angan-angan belaka bagi mereka. Pasalnya dilihat dari kondisi geografis, wilayahnya sangat tidak memungkinkan akan keterjangkauan internet.


Tidak ingin dikalahkan dengan kebijakan belajar via daring, guru di sana sangat dituntut untuk inisiatif dalam mencerdaskan anak bangsa.


Muchtar Rantegau misalnya, dia salah satu guru di SMAN 14 Luwu Utara atau SMA Rongkong harus berjibaku dengan keadaan supaya tetap eksis mengajar. Ia pun berinisiatif untuk mendatangi siswa di setiap rumahnya.


Muchtar berharap sistem mengajar dari rumah ke rumah atau door to door yang ia terapkan ini siswa dapat lebih efektif dalam menerima pelajaran.


"Meski rumah siswa berjauhan tetap dikunjungi, kami membagi guru di setiap Desa. Kami melakukan pertemuan secara kelompok 4 sampai 6 orang siswa untuk belajar bersama di tempat yang sudah ditentukan," kata Muchtar, Minggu (31/01).


Muchtar menambahkan, langkah konkret yang harus ia tempu bersama rekan-rekan guru seprofesinya ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik.


“Ini merupakan salah tanggungjawab kami selaku tenaga pengajar. Meski begitu dalam proses pembelajaran tatap muka tetap ini kami tetap mengikuti aturan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, siswa juga wajib mengenakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ungkapnya.


Akses internet yang sangat sulit juga disaksikan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Luwu Utara, H. Safruddin. Ia mengungkapkan, sebagian besar siswanya berasal dari daerah pegunungan, sehingga sama sekali tidak terjangkau oleh fasilitas internet.


"Demi berlangsungnya pendidikan untuk siswa, guru di SMAN 14 Luwu utara mengunjungi rumah siswa untuk melakukan pembelajaran tatap muka." kata H. Safruddin.


Diketahui jumlah guru yang ada di SMA Negeri 14 Luwu Utara ini, berjumlah 19 orang. Diantaranya, 7 guru berstatus PNS dan 12 lainnya guru honorer. Sementara total jumlah siswa di SMA ini sebanyak 188 siswa.


(*)

Previous Post Next Post