HNM Indonesia

Berita Dalam Genggaman

blog untuk belajar seo dan blog

Tranding


21 September 2021

Potret Kemiskinan di Luwu, Ibu dan Anak Tahan Lapar, Hanya Minum Air Putih

 


Rabu 21 September 2021/ 19:54 WITA


Oleh : Tim HNM, Indra Gunawan

Luwu - Masnah, perempuan muda warga dusun Tirowali, Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, menenangkan anaknya, Farel. Anak bungsunya yang divonis buta permanen akibat saraf mata yang rusak.

Masnah tercatat sebagai warga miskin penerima bantuan pemerintah. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Atap rumah sudah bocor. Dia bersama tiga orang anaknya setiap malam hanya tidur di lantai tanpa kasur. Masnah bercerita, dia sering kehabisan beras, dan anak-anaknya menangis karena lapar. Jika ada sedikit makanan, Masnah mengaku rela menahan lapar asal ketiga buah hatinya bisa makan sampai kenyang.

"Kalau lapar saya hanya beri minum air putih untuk menahan lapar. Kalau mereka minta makan, saya bilang tidak ada beras, mereka sudah paham kemudian tidur," kata Masnah, Selasa 21/09/21.

Kondisi lapar dan tak punya beras sering dialami Masnah. Dia kadang terpaksa berhutang di warung tetangga. Dia malu jika harus meminta-minta.

"Mau minta sama orang tua, tapi kondisinya juga sama, susah juga pak," cerita Masnah.

Masnah mengaku sudah empat tahun menjanda. Suaminya pergi meninggalkan dia bersama tiga buah hatinya yang masih kecil.

Selain kebutuhan dapur yang sulit, Masnah masih dihadapkan dengan kondisi kesehatan anaknya yang memburuk. Kedua mata anak bungsunya buta dan lumpuh layu.

"Usianya sudah empat tahun. Waktu lahir sehat pak. Baru beberapa tahun ini sakit dan divonis buta oleh dokter," ujarnya.

Kepala Desa Balla, Baso Jima mengatakan warganya itu sudah dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah.

"Tidak ada juga laporan sehingga kondisinya tidak kita ketahui. Kita upayakan rumahnya segera dibedah dan kalau bisa kita bantu melalui swadaya," kata Baso Juma.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin mengatakan akan segera melakukan pendataan. Jika memungkin segera dibangun rumah yang lebih layak huni.

"Kami kumpulkan datanya dulu, koordinasi dengan pemerintah desa, setelah lengkap kita langsung action," kata Sofyan.

Sofyan menyayangkan Kepala Desa yang tidak mengusulkan bedah rumah milik Masnah sebagai program prioritas tahun ini.







Newer Post Older Post Home

HNM Indonesia